Besi.. Lempung.. Panas.. Cair…

5 October, 2005

Negri-Senja.com

Filed under: Blog tetangga

Ngebaca blognya Ratna Ariyanti serasa ada yang sangat beda… mungkin karna dia adalah wartawan dimana kemampuan merangkai kata-kata merupakan syarat terpenting untuk teutap bertahan disana( sok teuuuu gue kumat he…3x), tapi banyak juga blog yang udah gw kunjungi baik itu dia pengarang buku, wartawan, temen2 gw, pokoknya selama 2 bualn terkahir ini hoby gw klo lagi o/l adalah browsing ke blog2 orang lain.. dan hari ini gw hampir seharian penuh ngabuburit.. dari jam 10 sampe jam 4 sore mejelang pulang.. ngebaca semua tulisan yang ada di blog nya…. mmm sedikit hiperbola siee.. gak selama itu sebenernya.. masih di selingin tidur siang, YM sama temen2 gw, bikinin surat buawat pak bos dll tapi sebagian besar hari ini gw habiskan buat ngebaca tulisanya…

Mmmm beragam banget tulisanya mulai dari masalah percintaan yang sebenernya hapy ending tapi kenapa yach terasanya sedih,

Seseorang menaruh hati di jendela kamarku. Waktu itu, pagi belum pergi betul. Sinar matahari jatuh ke dalam kamarku. Mulanya sedikit, tapi lama kelamaan, sekawanan sinar itu berebut masuk, menerobos kaca jendela, lalu jatuh ke karpet biru, ke selimut, ke bantal penyangga kepalaku, ke Bergson-boneka anjing coklat. Dan sialnya, sebaran sinar itu juga jatuh ke wajahku. Tidur pun terputus.

Ada hati di jendela kamarku. Kutemukan saat rasa ingin tahu menyergapku. Sinar di pagi yang belum pergi betul itu terlihat lain. Lebih teduh. Bergerak, kudekati jendela. Ada hati di sana. Di luar jendela kamarku. Seseorang menaruhnya sedemikian rupa, supaya hati itu tidak terjatuh.

Siapa yang menaruhnya di situ? Hati di jendela kamarku ………

atau gmana cara dia mengumpat tentang kebijakan dan kebodohan tapi terasa segar, dan bikin kita nyengir.. tapi apa yang mau di sampaikan bener2 mengena….

Melihat tayangan tadi malam, saya tahu kenapa bangsa ini tak pernah bergerak. Kita, bangsa yang mudah lupa dan tak pernah menuntaskan pekerjaan rumahnya dengan baik. Pulau Buru, antara tahun 1969 sampai 1979, hanyalah satu dari banyaknya pekerjaan rumah yang belum juga selesai. Pekerjaan rumah yang satu ditumpuk dengan pekerjaan rumah yang lainnya. Begitu seterusnya. Beragam peristiwa kelam yang terjadi dengan satu dalih; atas nama stabilitas keamanan.

Atau penggambarannya tentang gempabumi di nias.. yang membuat kita seperti ada di sana tapi tidak membuat takut..

Mengapa tubuh ibu bergerak ke kanan, ke kiri. Bukan, bukan tubuh ibu tapi lampu kamar ini. atau… peraduanku. Ah, Robi juga bergerak. Aku juga. Kami laksana bandul jam antik yang ada di ruang tamu rumah kakek. Tapi, sebentar. Bukan, bukan kami, tapi bumi yang kami pijak ini yang bergerak. Gunung Sitoli, saat senyum ibu menutup malam, tiba-tiba bergerak laksana bandul jam antik yang ada di ruang tamu rumah kakek. Berirama. Senin malam, menjelang akhir Maret itu, bumi menari dan kami, aku dan ibu, bergerak bersama rentaknya. Hingga…

ato kecintaan nya kepada keluarga terutama ke ma’e nya dan kakak laki-lakinya…

Guntur itu datang dari mulut kakak saya. Nyaring. Saya lupa apa penyebabnya. Hanya masalah kecil yang akhirnya berujung pada suara guntur hampir tengah malam.

Esok paginya, saya sibuk berkemas. Memasukkan kemeja, t-shirt, buku, perlengkapan sholat dan beberapa barang lain, ke dalam ransel sedang yang biasa menemani perjalanan saya. Berkemas, ritual yang kerap dilakukan sebelum perjalanan, bedanya kali ini tak ada itinerary.

Pagi itu saya memutuskan pergi dari rumah. Ma’e, ibu saya, hanya memandang tanpa berusaha mencegah. Ibu saya tahu, kadang-kadang, hati putri bungsunya bisa sangat keras. Setelah rampung berkemas, saya cium tangan Ma’e dan pamit dengan menyelipkan janji, sekali waktu saya tetap akan menelepon rumah, memberi kabar

pokoknya salud deh buawat diaa… dan sepertinya bakalan nambah lagi blog wajib yang akan gw kunjungi setiap kali online… seperti juga beberapa blog yang wajib dan sudah gw set di favorit di “ie” komputer ini..

yup.. ternyata jauh lebih menyenangkan membaca apa yang ada di blog orang lain sambil mereka reka sebenarnya penulis dari blog ini kayak mana sie orang nya…

yup… kadang-kadang gw sering ngebayangkan gimana di keseharian penulis blog dari membaca blog nya.. walo pernah baca juga di satu blog ** gw lupa sapa yang nulis** klo dia juga pernah ngadain sedikit survei tentang g mana sifat orang dari tulisannya di blog dan setelah di ajak kopdar ternyata beda jauh dari yang dia bayangkan he..3x….
walopun sebenrnya dari tulisan belom bisa benar2 mewakili kepribadin penulisnya but.. untuk sekarang dan gw juga gak ada niat buat survei apalagi kopdar he..3x sama penulis blog2 yang beberapa bulan ini selalu rutin gw kunjungi setiap o/l **kecuali temen 2 gw yang udah gw kenal adja kalii **

tapi sekali lagi gw cuman mau ngucapin makasih buat kalian semua karna gw bisa bener2 nikmati hari2 dengan membaca karya kalian semua… dan gw akui bener2 ngebantu terutama di saat gw ngerasa bener2 sendiri… and gak tau kenapa sekarang prasaan sendiri itu sekarang semakin sering mmmmm…….. pokokna “taRarEnG Q” buat kalian semuaaaa…….






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft