Besi.. Lempung.. Panas.. Cair…

27 December, 2005

I can’t take my eyes off of you

Filed under: Film & Music

Damien Rice - The Blower’s Daughter

and so it is
just like you said it would be
life goes easy on me
most of the time

and so it is
the shorter story
no love no glory
no hero in her skies

I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes..

and so it is
just like you said it should be
we’ll both forget the breeze
most of the time

and so it is
the colder water
the blower’s daughter
the pupil in denial

I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes…eyes…

ohh, did I say that I loathe you?
did I say that I want to leave it all behind..
I can’t take my mind off of you
I can’t take my mind

16 December, 2005

Dear Cupid

Filed under: Kamu

Dear cupid…

sudah 2 minggu ini aku menunggu kesempatan ketemu dengan kamu, tapi sepertinya kesempatan itu tidak pernah ada, kemarin sempat aku menunggumu di angkot itu.. tapi kamu tidak ada.. waktu hujan turun di minggu sore sengaja ku tunggu di depan kos siapa tau kamu memerlukan tempat untuk berteduh, sudah kusiapkan coklat panas, handuk dan cireng tapi kamu pun tidak ada…

yach.. aku mengerti mungkin sekarang kamu sedang sibuk2nya dengan tuntutan tugas mulia kamu, seperti nya aku bisa melihat kesibukkanmu dari banyaknya orang2 disekitarku yang sedang merasakan indahnya hasil dari tugasmu itu pit… dikantor, di kos, bahkan sekarang ada beberapa temanku yang merasakan begitu banyaknya kupu2 yang berterbangan di perut mereka, yach mereka sekarang sangat bergembira, dan memang seharusnya.

terakhir kali kita ketemu aku melihat ada beberapa panah yang belum kamu lepaskan… apakah mungkin salah satunya adalah kepunyaan ku? ataukah semuanya kepunyaanku? kalau benar semuanya adalah kepunyaanku bisakah kau panahkan sekarang juga kepada dia… yach dia yang terakhir kali ku minta untuk kau kirimkan panah mu… semuanya.. yach semua jatah panahku yang kau punya… hanya untuk dia…. tidak untuk yang lainnya, bahkan tidak juga untuk seseorang yang senyumnya selalu aku tunggu.. hanya untuk dia.. dan hanya dia….

Sudah dua minggu aku menunggu kesempatan untuk ketemu dia… tapi sepertinya kesempatan itu tidak pernah ada, kemarin sempat aku menungunya di tempat biasanya aku melihat dia.. tapi dia tidak ada… waktu minggu sore sebelum hujan turun kutunggu juga dia di tempat yang sudah kami janjikan… tapi lagi2 dia tidak ada….

Slamat jalan bro….

Perpus, 02 Desember 2005

Pek… tadi sore sebelum pulang aku sempat membaca Koran disitu ada beberapa lembar halaman yang membahas masalah AIDS, bayangkan pek.. beberpa halaman.. bukan cuman satu, tapi beberapa… memang bukan ada di headline pek… (kalah dengan berita kebodohan-kebohan “mereka-yang-merasa–di-pertuan-agungkan” biasa pek.. korupsi dan impor beras.. he..3x, ingat pek.. pernah satu ketika kita lagi “on bareng” dan maen gitar nyanyikan lagu koes plus kolam susu…. pek.. ternyata sekarang negri kita sudah tidak ada kolam susu lagi pek.. karna untuk beras pun kita sudah menginpor dan susu juga bernasib tidak jauh beda) Aku benar benar gembira pek.. walaupun bukan di headline tapi isinya jauh berbeda dengan bebrapa tauhun lalu, bukan lagi tentang tertangkapnya seorang penderita HIV positif dengan pas photo penderitanya yang di tutup matanya “persis seperti terpidana mati” tapi lebih tentang pengetahuan tentang HIV itu sendiri serta perjuangan teman2 senasib seperti kamu pek…

Aku juga ingat dulu kamu pernah minta tolong diantar ke Penerbit Koran lokal untuk membuat iklan tentang HIV ternyata mereka tidak mau menayangkannya, dan saat itu dengan beberapa alasan yang aku tau pasti kamu bisa mennebak jawabanku aku tidak bisa (lebih tepatnya tidak mau) mengantarmu, dan pek.. yang semakin mumbuat ku sekarang semakin menyesal ketika kamu ceritakan penolakan dari Koran tersbut aku bukan menyemangatimu malah mentertawakanmu walaupun di dalam hati.. tapi seperti biasanya kamu juga tau… tapi pek.. lihat sekarang perjuangan kamu dulu itu tidak sia-sia, mereka mau membuat tulisan dan pembelajaran gratis tentang apa yang ada di dalam tubuhmu itu pek…

Pek.. coba lihat Koran ini, ada cerita tentang cara mereka bertahan hidup, cara mereka berjuang disisa hari2 mereka, disni ada semangat mereka pek.. sama seperti kamu dulu pek.. nah sekarang coba kita buka halaman berikutnya pek… lihat pek…. Dua halaman berikutnya isi nya juga sama pekk.. tentang perjuangan LSM yang merupan salah satu cita2 kamu dulu, tentang kenapa dan bagaimana virus itu bekerja dan lihat….. bewarna…tidak terlihat buram, indah… setidaknya akan menghilangkan kesan kusam tentang penyakitmu pek.. pek.. mereka sudah mau menulis apa yang dulu ingin sekali kamu iklankan, kamu sudah berhasill…

Tapi pek… masih banyak orang yang menganggap klo penyakit yang kamu derita itu adalah penyakit kutukan, kotor dan sudah sepantasnya mendapatkannya, buah dari ke salahan yang pernah kamu lakukan.. (tidak.. bukan hanya kamu aku pun pernah melakukannya, bahkan banyak orang yang pernah melakukannya) kalaupun itu benar penyakit kutukan kenapa tidak semuanya. Pek.. jangan salahkan mereka (walaupun aku tahu kamu pasti tidak) mungkin mereka sama seperti aku dulu pek… takut, kaget, dan merasa bersih, dan tidak mau tau tentang penderitanmu.

Dua tahun lalu aku semapat ketemu Acong dia banyak cerita tentang kamu pek.. dia cerita bagaimana kamu berkampanye, dia cerita tentang penolakan orang2 seperti ku, dia cerita tentang sekolah yang coba kamu rintis (mudah-mudahan tahun depan sudah mulai bisa beroperasi), cerita juga tentang bagaimana gigihnya perjuanganmu melawan virus itu. Dan pek… satu hal yang semakin membuat aku semakin malu ketika kamu cerita ke Acong klo kamu merasa hidupmu lebih bermakna justru setelah kamu sakit. Ia pek kamu harus merasa lebih bearti terutama di bandingkan orang2 seperti aku… Pek mungkin begitulah cara Tuhan menunjukkan jalan kebenaran. Dan sepertinya kamu sudah menemukan dan menmpuh jalan itu……

Empek (1975 – 2003)

8 December, 2005

*&^%

Filed under: Kamu

HUAAAAAZKKK
HEIIIIIIIIIII…..
ACHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft