Besi.. Lempung.. Panas.. Cair…

23 January, 2006

tulisan pertama

Filed under: Blog tetangga

sore ini kejebak hujan dan gak bisa kemana2 dan akhirnya gw putusin buat browsing dan buka buka frienster dan kebeneran juga tumben friensternya gak di blok dan lumayan rada gak leled seperti biasanya….

setelah selelsai ngisi testi buat temen2 yang udah lama banget gw janjiin bakal gw isi testinya.. iseng2 bloking blog di frienster … ngisi coment.. dan terakhirnya buka blog gw sendiri..
dan ini lah tulisan pertama gw di blog…. judulnya menjemput impian (he..3x gak tau dari mana tiba2 ada ide nulis ngejemput impian) seinget gw waktu nulis ini enggak sambil denger mp3 nya kla projek haeuhaeuhe…

—————————————————————————————————————————————-
heheh akhir nya gw punya blok ( K.. or G sama adja di sadur dari kata Goblo*) setelah sekian lama niat mau punya tp gak sempet-sempet bikin bukan karen sibuk sie tapi emang gak ada pasilitas… akhir nya kesampean juga hari ini gw bikin blok (keukeuh) …

buat yang iseng gak ada kerjaan mau buka buka blog (tumben bener) gw, kayak nya harus rada rada hati hati ama penulisan disini maklum lah kemampuan menulis dan mengetik yang empunya blok (dilarang protes) ini emang jauh di atas rata rata kemampuan anak anak SLB plus…. jadi harap maklum….

kenapa menjemput impian??? apa impian gw harus di jemput?? apa impian itu bener bener ada… kayak nya cuman gw sendiri yang tau upss.. kadang kadang juga gw gak tau juga siee.. sebenernya impian gw itu bisa kewujud ato cuman sekedar impian… ngutip sms dari termen gw tertanggal 18/08/2005 07:35 Pm klo gw lagi jenuh gw nikmati aja, selagi semangat teuteup gw nikmati, kita tuh gak akan jenuh kalo bisa ngerubah sebuah impian menjadi lebih sederhana bla bla bla … yach memang mimpi bisa kita bikin indah, rumit, bahakan klo kita lagi bener bener mimpi kita sering binun alur dari mimpi kita akhir nya kok bisa jadi gak keduga…

trus hubungannya dengan menjemput impian apaan ** tambah Binun**

yach gak tau kenapa udah lama banget gw gak pernah mau berusaha ngewujutin impian gw… mungkin gw takut gak bisa ngewujutinnya… ato impian gw terlalu muluk muluk kali yee.. gak bisa gw bikin simple.. lewat blok ini gw mau nulisin impian2 gw (bukan cuman impian doang siee.. bisa juga hal hal yang gak penting banget gw tulis juga di sini) jadi kalo pun impian gw gak kewujut minimal udah gw tulis disini, yach lumayanlah impian gw bisa kerealisasi di blok ini….

terakhir kembali gw sadur dari sms temen gw yang tadi 18/08/2005 06:49 pm untuk ngewudutinnya (mimpi-mimpinya) gw perlu kerja keras, sekarang gw cukup bersukur siee… dengan begitu gw gak akan sakit hati dan susah tapi sampe kapan yach??

%^&*()__)(*&^%%%^*()__+))(*&

————————————————————————————————————————————

16 January, 2006

Negri Senja

Hidupku penuh dengan kesedihan karena itu aku selalu mengembara. Aku selalu berangkat, selalu pergi, selalu berada dalam perjalanan, menuju kesuatu tempat entah dimana, namun kesdihanku tidak hilang. Kesedihan, ternyata memang bukan suatu yang bisa ditinggalkan, karena kesedihan berada didalam diri kita.

Itulah penggalan dari paragraph pertama roman karangan Seno Gumira Adjidarma yang berjudul Negri Senja. Sebuah roman yang ajaibnya kutemukan di perpustakaan. Pada awalnya niatku ke perpus adalah untuk membunuh waktu selama kurang lebih 2 jam menunggu test awal perekrutan karyawan, tetapi harapan ku untuk membuuh waktu ternyata tidak sampai pada tujuannya karna selama membaca buku ini yang kurasakan bukannya membunuh waktu tapi sebaliknya menjadikan waktuku yang habis selama membaca buku ini menjadi lebih hidup seperti yang tertulis di “lembar iklan” (cover bagian belakang) buku “inilah roman karya Seno Gumira Ajidarma yang akan membentangkan imaji Anda hingga tanpa batas”

Yup… membaca buku ini aku benar2 merasakan apa yang tertulis di lembar iklan benar adanya, selama membaca tak henti2nya di otak ini membayangkan apa yang di tulis di dalam buku, bahkan seringkali ku berhenti membaca beberapa saat hanya untuk memperjelas gambaran yang terekam di otak ini.

Buku terbitan KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) setebal xx + 244 halaman ini di awalai dengan lukisan pensil dari kolaborasi antara Poppy Dharsono untuk rancangan pakaian serta Margarita Maridina Chandra untuk visualisasinya. Bercerita tentang catatan seorang pengembara / musafir lata yang sedang melakukan perjalanan di sebuah negri yang tidak terdapat di dalam peta, negri ini ada tapi tiada, negri yang miskin dimana waktu seolah2 tidak bergerak, karna selalu berada dalam keadaan senja, matahari tertahan terus di cakrawala, tidak ada pagi, tidak ada siang, tidak ada malam yang ada hanya senja.

Konon, dan memang hanya konon negiri ini telah berdiri semenjak 500 tahun semenjak pengembara itu terdampar di negri ini, dan sejak 200 tahun ini di pimpin oleh Puan Tirana seorang perempuan buta yang memimpin dengan kejam di mana semua hal yang berbau pengetahuan dan kebebasan berpendapat merupakan hal yang sangat tabu di lakukan, ironis sekali, di negri yang sepertinya tiada pernah habis-habisnya cahaya senja yang teramat indah itu, kata cinta tidak ada definisinya tidak di fikiran penduduknya bahkan tidak juga ada dalam kamus bahasa “Antarbangsa – negri Senja dan NegriSenja – Antarbangsa” yang dipunyai musafir lata itu.

Selama kepemimpinan Tirana pemberontakan, penentangan, dan percobaan pembunuhan pun sering kali dilakukan terhadapnya, tapi dengan kemapuannya membaca fikiran setiap orang yang terkena sinar senja dan pasukan khusus beserta mata2 yang dipunyainya dia bisa menghancurkan serta memberengus semunya, bahkan konon, dan memang hanya konon arwah para pemberontak pun akan di penjarakannya dan selama itu pulalah semua penduduk Negri Senja berbicara seperlunya bahkan berfikirpun mereka batasi hanya pada tempat2 yang gelap, di lorong2 yang gelap dan pengap dimana cahaya senja tiak bisa menembus, mereka berani untuk berfikir dan berbicara tetapi itu pun hanya untuk hal2 yang dirasakan teramat sangat penting.

Masih terlalu banyak hal yang bisa di dapat ketika membca buku ini, selain ide dari kesaktian Tirana yang konon, dan memang hanya konon mempunyai kemampuan di luar perkiraan siapapun, di sini juga bisa kita dapatkan cerita tentang cintanya sipengembara

“ Menjadi setia artinya aku tidak akan melepaskan cintaku kepada mereka, namun itu tidak menutupi kenyataan betapa aku selalu jatuh cinta kepada siapapun dengan seketika dan untuk sementara, bagaikan kutukan pengembara yang selalu terpesona kepada senja, suatu perstiwa alam terindah dan hanya berlangsung sementara….”

“ .…. Setiap kali berpisah dengan orang2 tercinta, demikian kata pepatah, aku seperti mengalami kematian kecil yang begitu menyiksa, karna dalam kematian yang besar tentunya kita tidak merasakan apa-apa. Sering kupandang langit dimalam kulihat sebelum aku tiba di negri senja dan menyadari betapa diriku yang milyaran lebih kecil dari bintang2 di atas sana begitu kecil untuk merasa berhak menderita – namun ternyata aku selalu berlarat-larat dengan duka berkepanjangan tiada kira”

atau cerita tentang pembunuhan / pembantaian yang walaupun tergambar sadis tetapi bisa di ceritakan penulis dengan bahasa yang sama menghayutkannya seperti bahasa negri-senja-nya-Atta.

“ …. Kutangkap tangannya yang terkulai, masih hangat telapak tangannya di tanganku, dan kualami betapa merasa dekat aku padanya dengan kehilangan yang begitu menghempaskan . Akupun tidak mengenalnya sebagai suatu nama tetapi kurasakan sesuatu yang berbeda dalam diriku telah pergi bersamanya, meninggalkan aku diantra mayat2 bergelimpangan, terserak dan terlantar dalam ancaman burung nazar yang mulai berterbangan”

Seperti salah satu resolusiku di awal tahun kemarin “untuk mencintai apa pun setiap hari” dan khusus hari sabtu sudah kusiapkan pada kegiatan kantorku, tapi ku mohon maaf untuk sabtu kemarin ternyata aku lebih mencintai negri senja.. Aku bukan tidak setia pada mu (rutinitas hari sabtu) tapi seperti kata musafir lata “Menjadi setia artinya aku tidak akan melepaskan cintaku kepada mereka(mu), namun itu tidak menutupi kenyataan betapa aku selalu jatuh cinta kepada siapapun dengan seketika… “

Tapi kenapa pesona negri senja ini tidak hanya kurasakan hanya di hari sabtu bahkan sekarang ini, di pergantian minggu pesona negri senja masih tetap terasa.. apakah pesona negri senja itu ternyata bukan hanya untuk sementara saja? Tapi ach.. sudahlah, toh jatuh cinta kepada keduanyapun secara bersamaan sepertinya bukan merupakan suatu kesilapan…

14 January, 2006

Iseng doang

Filed under: Lihat Sekitar Kita

siang hari di meja kerja

+ lagi Baca apaan, kayaknya serius amat..
- Ini baca buku cerita, bagus, kocak… kenapa?
+ Ich.. ini kan chiklit bacaan cewek, prasaan sering banget elo baca buku kayak ginian?
- Emang Klo bacaan cewek, cowok gak boleh baca yach…
+ Enggak juga sie.. gw adja yang cewek males.. terlalu ringan…
- oh.. lo mau caranya biar lo jadi suka baca buku ginian?
+ Emang bisa?
- Caranya.. lo baca buku ini sambil angkat barbel di ruang fitnes di atas….
+ ……………

Beberapa hari kemudian masih dengan orang yang sama

+ Masih baca buku yang kayak kemaren yach….
- Enggak… kan kemaren elo yang protes….
+ Emang sekarang buku apaan?
- Buku psikologi
+ nah gitu dong, biar ada gunanya juga lo ngabisin waktunya…
- ia….
+ Emang lo buat apaan sie baca gituan?
- Iseng adja…
+ ………………….

Kenapa semuanya harus terkotak2… mungkin klo untuk beberapa hal kita memang memerlukan penggolongan (semisal golongan darah dll) yang jika kita tidak pisahkan akan berakibat fatal tapi unutk buku? sejak kapan buku digolongkan berdasar jender, atau berdasarkan berat / tidak isinya (walaupun sampai sekarang gw gak tau kriteria berat enggak nya di mana), atau berdasarkan umur

klo menurut gw, dan mungkin hanya menurut gw… satu buku yang sama persis di berikan kepada beberapa orang, hal yang bisa di tangkap dari buku itu tidak akan 100% sama , masih menurut gw dan mugkin hanya menurut gw.. terkadang buku anak anak (kalau pun memenag ada pengelompokannya) sesudah kita baca lebih banyak hal yang kita dapatkan di bandingkan buku buku untuk orang dewasa (asumsi pengelompokan buku/bacaan berlaku)

sekali lagi menurut gw dan masih teuteup menurut gw… biarkan imajinasi yang lebih berperan ketika kita membaca buku… tidak perlu di pisah2kan ini buku buat apa or siapa toh pada akhirnya kesimpulan akhir dari membaca buku ada di pembaca … ** halah** sotoy banget bahsa lo yak, udah kayak yang tukang baca adja… he..3x

9 January, 2006

I love Sabtu

Filed under: Tengtang Gw

Matahari pagi sinarnya sudah memasuki dapur melalui asbes yang terbuat dari “viber glass” mungkin dahulu kala sang arsitek kos tempat aku tinggal merancang agar supaya ruangan belakang mejadi lebih terang disaat siang hari, dengan harapan pemakaian listrik buat ruang itu agak hemat…. Tapi tidak tau dari mana idenya sekarang cahaya matahari pagi di kos itu ku jadikan alarm-bisu yang sangat efektif sebagai pertanda waktunya untuk siap-siap berangkat kerja…..

Seperti hari hari kemarin.. pagi ini aku terbangun “lagi-lagi” setelah alarm di ruangan itu (dapur plus kamar madi plus ruang/lemari baju) terang benderang.. pagi tadi sempat juga aku terbangun beberapa saat masjid di depan kos mengumandangkan adzan subuh.. tapi itu hanya mampu membuat ku untuk duduk sebentar… liat jam di hand phone, dan untuk kemudian tidur kembali, tapi untuk alarm-bisu ini aku sudah tidak bisa menolak karna hari ini adalah hari sabtu pagi… yach… sabtu pagi.. saatnya untuk pergi kekantor…

Aku cinta Sabtu… seperti salah satu harapanku di tahun ini bahwa setiap hari jatuh cinta.. khusus untuk setiap hari sabtu kusiapkan utuk mencintai kegiatan kantorku… mungkin seperti yang lainnya pada awalnya aku merasa sangat tersiksa dengan aktivitas kantor yang tetap berjalan di hari sabtu. Sedang kan aku harus bangun lebih awal setengah jam dari hari-hari biasanya, karna jam kantor memang mulai lebih cepat setengah jam. Tapi tetap walau harus bangun lebih cepat, sedangkan di-bagian-dunia-teman2-lain sedang tertidur pulas setelah semalam menghabiskan waktu sampai menjelang subuh. tidak bisa menghalangi kecintaanku kepada aktivitas kantor di hari sabtu yach… Aku cinta aktivitas kantor di hari sabtu……….






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft